
Foto:
Banjarmasin, 27 Maret 2025 – Direktorat Intelkam Polda Kalimantan Selatan menerima audiensi dari Manajer Amanah Borneo Park, Sdr. Roby, pada Kamis (27/3) pukul 10.00 WITA di Ruang Kerja Dir Intelkam Polda Kalsel. Audiensi ini membahas permasalahan premanisme di tempat wisata serta dampaknya terhadap iklim investasi di Kalimantan Selatan.
Dalam pertemuan tersebut, Sdr. Roby menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi oleh pengelola wisata akibat adanya praktik premanisme yang meresahkan pengunjung dan pelaku usaha di Amanah Borneo Park. Beberapa permasalahan yang diangkat antara lain pungutan liar, aksi intimidasi terhadap wisatawan maupun pihak manajemen, serta aktivitas ilegal lainnya yang berpotensi mengganggu kenyamanan dan keamanan di kawasan wisata.
Menurut Sdr. Roby, keberadaan premanisme di sekitar lokasi wisata tidak hanya menghambat operasional bisnis tetapi juga berdampak negatif pada daya tarik wisata dan minat investor untuk berinvestasi di sektor pariwisata Kalimantan Selatan. Ia menekankan perlunya perhatian serius dan langkah konkret dari aparat kepolisian dalam menertibkan serta memberantas aksi premanisme guna menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif bagi wisatawan maupun pelaku usaha.
Menanggapi hal tersebut, Dir Intelkam Polda Kalsel menegaskan bahwa pihak kepolisian berkomitmen untuk menciptakan stabilitas keamanan di kawasan wisata dan wilayah investasi. Dir Intelkam menyampaikan bahwa tindakan premanisme merupakan ancaman serius yang dapat menghambat pertumbuhan ekonomi daerah, sehingga pihak kepolisian akan meningkatkan pengawasan dan patroli di area wisata guna memastikan keamanan tetap terjaga.
Selain itu, Polda Kalsel juga membuka ruang koordinasi dengan para pengelola wisata, investor, dan masyarakat dalam upaya membangun sinergi bersama untuk menciptakan situasi yang aman dan nyaman. Dir Intelkam menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan mentoleransi segala bentuk premanisme dan siap mengambil langkah hukum yang tegas terhadap oknum yang terbukti melakukan tindakan kriminal di kawasan wisata.
Audiensi ini menjadi langkah awal dalam memperkuat kerja sama antara kepolisian dan sektor pariwisata dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari aksi premanisme, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan investasi di Kalimantan Selatan. Dengan adanya sinergi yang baik antara aparat keamanan dan pengelola wisata, diharapkan sektor pariwisata di Kalsel dapat berkembang lebih pesat dan memberikan manfaat bagi perekonomian daerah.